Bagi saya menekuni dunia perpustakaan adalah sebuah pilihan. Tapi bukan suatu pilihan yang datang secara instan. Butuh proses lama untuk akhirnya jatuh hati kepada pilihan ini. Pilihan yang bagi sebagian orang bahkan dikatakan "profesi yang masih rendahan". Menjadi seorang pustakawan memang bukan pilihan yang populer. Tak banyak orang yang tau dan kenal dengan profesi ini.
Bagi sebagian orang yang suka, rajin atau mungkin pernah datang ke perpustakaan pasti tau dengan sosok seorang pustakawan. Ada sebagian orang yang terlanjur menjudge seorang pustakawan itu judes, kuper, gak gaul, berkacamata tebal, hari-harinya cuma dihabiskan dengan ngurusin buku, buku dan buku. Apakah memang benar seorang pustakawan seperti itu ? lalu kenapa saya tertarik dengan profesi itu ? bukankah masih banyak profesi lain yang lebih keren, semisal polwan, dokter, atau juga artis, poto model, atau mungkin seorang guru ?
Ya, sewaktu kecil, layaknya anak-anak lain, saya juga memiliki cita-cita yang setinggi langit. Bahkan memang benar, cita-cita saya ingin menjangkau langit. Saya bercita-cita menjadi astronot. Suka pengen senyum-senyum sendiri bila teringat akan cita-cita itu. :)
Saya ingin tau bagaimana bentuk langit yang selalu saya pandangi setiap pagi, juga penasaran dengan bentuk bintang yang selalu kuhitung di malam hari. Apakah benar cerita nenek kalau di balik rembulan itu ada nenek anteh yang sedang menenun ? Ah terlalu banyak hal yang ingin saya ketahui akan banda-benda atau mahluk-mahluk yang ada di atas sana. Tentang awan-awan yang sepertinya berjalan beriringan, atau bintang yang sepertinya mempunyai lampu, kelap kelip. Saat itu saya ingin tau semuanya.
Ayah dan ibu hanya tersenyum-senyum ketika saya mengutarakan akan cita-cita dan semua kepenasaranan saya itu. "Ya sudah..kamu sekolah saja yang bener ! gak usah kepingin macem-macem, jangan berhayal ketinggian. Astronot itu gak ada di negara kita adanya diluar negeri sana. Yang ada dilangit dan di bumi itu semua ciptaan gusti Alloh nak, kamu gak usah terlalu banyak ingin taunya." itu lah jawaban kedua orang tuaku. Jawaban yang tak cukup membuyarkan keingintahuan saya.
Di sekolah, guru memang mengajarkan sedikit tentang semua itu.
Akhirnya perpustakaanlah tempat saya mengobati dahaga akan semua pertanyaan-pertanyaan yang selalu membuncah dikepala. Disanalah saya mengetahui semuanya, lewat buku-buku itu saya mengetahui jawabannya. Perpustakaan menjadi tempat favorit saya. Dan pada akhirnya buyarlah keinginan untuk menjadi seorang astronot. Selain karena biayanya yang teramat mahal, sekarang saya sudah tau bagaimana keadaaan langit, tentang rembulan, awan dan juga matahari. :D
Dan anggapan orang tentang pustakawan yang kuper, gak gaul, judes dan berkacamata tebal, sama sekali tak pernah saya jumpai. Ya karena semenjak SD, SMP dan SMA. Perpustakaannya memang gak ada pustakawannya. :D
Dari sanalah saya mulai berfikir dan bercita-cita menjadi seorang pustakawan. Saya ingin membantu mereka yang haus akan informasi untuk bisa menyediakan, melayankan, sekaligus membimbingnya. Membuat mereka puas akan informasi yang mungkin tak bisa mereka dapatka dibangku sekolah, atau mungkin mereka tak mampu untuk membelinya buku ditoko-toko buku.
Dan disini, di perpustakaan, semua itu bisa mereka dapatkan.
Saya ingin menghapus imej pustakawan yang kuper, gak gaul, judes dan bla...bla...bla.
Apalagi saya mempunyai role model, tutor-tutor saya saat di bangku kuliah yang kebanyakan adalah sarjana ilmu perpustakaan, mereka kece, pinter, modis, gaul dan bisa dibilang perfect.
Jadi who is the next librarian ? let's join with me :)
It is a great option.
Bagi sebagian orang yang suka, rajin atau mungkin pernah datang ke perpustakaan pasti tau dengan sosok seorang pustakawan. Ada sebagian orang yang terlanjur menjudge seorang pustakawan itu judes, kuper, gak gaul, berkacamata tebal, hari-harinya cuma dihabiskan dengan ngurusin buku, buku dan buku. Apakah memang benar seorang pustakawan seperti itu ? lalu kenapa saya tertarik dengan profesi itu ? bukankah masih banyak profesi lain yang lebih keren, semisal polwan, dokter, atau juga artis, poto model, atau mungkin seorang guru ?
Ya, sewaktu kecil, layaknya anak-anak lain, saya juga memiliki cita-cita yang setinggi langit. Bahkan memang benar, cita-cita saya ingin menjangkau langit. Saya bercita-cita menjadi astronot. Suka pengen senyum-senyum sendiri bila teringat akan cita-cita itu. :)
Saya ingin tau bagaimana bentuk langit yang selalu saya pandangi setiap pagi, juga penasaran dengan bentuk bintang yang selalu kuhitung di malam hari. Apakah benar cerita nenek kalau di balik rembulan itu ada nenek anteh yang sedang menenun ? Ah terlalu banyak hal yang ingin saya ketahui akan banda-benda atau mahluk-mahluk yang ada di atas sana. Tentang awan-awan yang sepertinya berjalan beriringan, atau bintang yang sepertinya mempunyai lampu, kelap kelip. Saat itu saya ingin tau semuanya.
Ayah dan ibu hanya tersenyum-senyum ketika saya mengutarakan akan cita-cita dan semua kepenasaranan saya itu. "Ya sudah..kamu sekolah saja yang bener ! gak usah kepingin macem-macem, jangan berhayal ketinggian. Astronot itu gak ada di negara kita adanya diluar negeri sana. Yang ada dilangit dan di bumi itu semua ciptaan gusti Alloh nak, kamu gak usah terlalu banyak ingin taunya." itu lah jawaban kedua orang tuaku. Jawaban yang tak cukup membuyarkan keingintahuan saya.
Di sekolah, guru memang mengajarkan sedikit tentang semua itu.
Akhirnya perpustakaanlah tempat saya mengobati dahaga akan semua pertanyaan-pertanyaan yang selalu membuncah dikepala. Disanalah saya mengetahui semuanya, lewat buku-buku itu saya mengetahui jawabannya. Perpustakaan menjadi tempat favorit saya. Dan pada akhirnya buyarlah keinginan untuk menjadi seorang astronot. Selain karena biayanya yang teramat mahal, sekarang saya sudah tau bagaimana keadaaan langit, tentang rembulan, awan dan juga matahari. :D
Dan anggapan orang tentang pustakawan yang kuper, gak gaul, judes dan berkacamata tebal, sama sekali tak pernah saya jumpai. Ya karena semenjak SD, SMP dan SMA. Perpustakaannya memang gak ada pustakawannya. :D
Dari sanalah saya mulai berfikir dan bercita-cita menjadi seorang pustakawan. Saya ingin membantu mereka yang haus akan informasi untuk bisa menyediakan, melayankan, sekaligus membimbingnya. Membuat mereka puas akan informasi yang mungkin tak bisa mereka dapatka dibangku sekolah, atau mungkin mereka tak mampu untuk membelinya buku ditoko-toko buku.
Dan disini, di perpustakaan, semua itu bisa mereka dapatkan.
Saya ingin menghapus imej pustakawan yang kuper, gak gaul, judes dan bla...bla...bla.
Apalagi saya mempunyai role model, tutor-tutor saya saat di bangku kuliah yang kebanyakan adalah sarjana ilmu perpustakaan, mereka kece, pinter, modis, gaul dan bisa dibilang perfect.
Jadi who is the next librarian ? let's join with me :)
It is a great option.

