"Libur telah tiba, libur tlah tiba, hatiku gembira." Nyayian itu selalu didendangkan oleh anak-anak ketika masa libur sekolah telah tiba. Namun lain halnya dengan nyanyian para petani sekarang ini, mungkin syairnya akan seperti ini : "Panen telah tiba, panen telah tiba, hatiku gembira...." :) syair yang berbeda meski dengan nada yang sama. Sama-sama gembira menyambut sesuatu yang ditunggu-tunggu.
Ya, hampir selama kurang lebih tiga bulan, dari mulai memilih bibit padi yang unggul, menyemai, membajak sawah, menanam bibit atau orang sunda biasa menyebutnya tandur, memupuk padi, sampai pada akhirnya sampai pada proses memanen padi.
Gambar padi yang siap panen : dinaspertaniantph-hss.net
Bukan hal yang mudah atau gampang memang, petani kita selalu direpotkan dengan mahalnya bibit padi dan juga harga pupuk yang setiap tahunnya melonjak naik. Belum lagi proses yang harus dilalui, hama yang terkadang menyerang ditambah harga pembasmi hama yang juga harganya mahal. Cape dan lelah terkadang sering dialami oleh para petani kita, belum lagi cuaca yang sekarang ini semakin tidak menentu, membuat para petani menjadi was-was takut terjadi gagal panen.
Namun semua lelah, letih dan keluh kesah seakan sirna, tergantikan oleh senyum ceria melihat hamparan tanaman padi yang menguning, biji merunduk dan berisi, daunnya melambai-lambai tertiup angin sepoi-sepoi, bagaikan melambaikan tangannya mengajak petani untuk segera menuainya. Senyum sumringah petani meluruhkan lelahnya penantian, kini tiba saatnya untuk memanen padi.
Segala peralatan menuai padi disiapkan : Sabit sebagai alat untukmenyambit tangkai padi, Gebotan adalah alat untuk merontokan padi yang tebuat dari kayu dibuat seperti tong dan di pinggirnya diberi gerigi supaya bulir padi cepat lepas dari tangkainya, karung disiapkan untuk menampung padi, nyiru sebagai alat untuk pembersih padi setelah padi dikeringkan. Dan seabrek peralatan lain yang berguna untuk menunjang kegiatan panen padi.
Ritual yang juga tak kalah serunya pada masa panen padi adalah acara makan bersama. Para petani terutama ibu-ibu menyiapkan panganan yang tak biasa, makanan yang enak-enak yang jarang disantap sehati-harinya. Sebelum turun ke sawah sarapan pagi di saung pinggir sawah bersama sanak keluarga "ngariung botram balakecrakan". Sungguh suatu anugerah yang luar biasa diciptakan tuhan dengan anugerah padi, maka suka cita petani begitu kental terasa.
Ya, hampir selama kurang lebih tiga bulan, dari mulai memilih bibit padi yang unggul, menyemai, membajak sawah, menanam bibit atau orang sunda biasa menyebutnya tandur, memupuk padi, sampai pada akhirnya sampai pada proses memanen padi.
Gambar padi yang siap panen : dinaspertaniantph-hss.net
Bukan hal yang mudah atau gampang memang, petani kita selalu direpotkan dengan mahalnya bibit padi dan juga harga pupuk yang setiap tahunnya melonjak naik. Belum lagi proses yang harus dilalui, hama yang terkadang menyerang ditambah harga pembasmi hama yang juga harganya mahal. Cape dan lelah terkadang sering dialami oleh para petani kita, belum lagi cuaca yang sekarang ini semakin tidak menentu, membuat para petani menjadi was-was takut terjadi gagal panen.
Namun semua lelah, letih dan keluh kesah seakan sirna, tergantikan oleh senyum ceria melihat hamparan tanaman padi yang menguning, biji merunduk dan berisi, daunnya melambai-lambai tertiup angin sepoi-sepoi, bagaikan melambaikan tangannya mengajak petani untuk segera menuainya. Senyum sumringah petani meluruhkan lelahnya penantian, kini tiba saatnya untuk memanen padi.
Proses panen padi
Gambar : Koleksi pribadi :)
Segala peralatan menuai padi disiapkan : Sabit sebagai alat untukmenyambit tangkai padi, Gebotan adalah alat untuk merontokan padi yang tebuat dari kayu dibuat seperti tong dan di pinggirnya diberi gerigi supaya bulir padi cepat lepas dari tangkainya, karung disiapkan untuk menampung padi, nyiru sebagai alat untuk pembersih padi setelah padi dikeringkan. Dan seabrek peralatan lain yang berguna untuk menunjang kegiatan panen padi.
makanan yang dihidangkan saat sarapan sebelum panen padi
gambar : www.dailymoslem.com
Ritual yang juga tak kalah serunya pada masa panen padi adalah acara makan bersama. Para petani terutama ibu-ibu menyiapkan panganan yang tak biasa, makanan yang enak-enak yang jarang disantap sehati-harinya. Sebelum turun ke sawah sarapan pagi di saung pinggir sawah bersama sanak keluarga "ngariung botram balakecrakan". Sungguh suatu anugerah yang luar biasa diciptakan tuhan dengan anugerah padi, maka suka cita petani begitu kental terasa.



