Selasa, 15 Maret 2016

PANEN PADI TELAH TIBA

06.59 0 Comments
"Libur telah tiba, libur tlah tiba, hatiku gembira." Nyayian itu selalu didendangkan oleh anak-anak  ketika masa libur sekolah telah tiba. Namun lain halnya dengan nyanyian para petani sekarang ini, mungkin syairnya akan seperti ini : "Panen telah tiba, panen telah tiba, hatiku gembira...." :) syair yang berbeda meski dengan nada yang sama. Sama-sama gembira menyambut sesuatu yang ditunggu-tunggu.

Ya, hampir selama kurang lebih tiga bulan, dari mulai memilih bibit padi yang unggul, menyemai, membajak sawah, menanam bibit atau orang sunda biasa menyebutnya tandur, memupuk padi, sampai pada akhirnya sampai pada proses memanen padi.
                                 Gambar padi yang siap panen : dinaspertaniantph-hss.net

Bukan hal yang mudah atau gampang memang, petani kita selalu direpotkan dengan mahalnya bibit padi dan juga harga pupuk yang setiap tahunnya melonjak naik. Belum lagi proses yang harus dilalui, hama yang terkadang menyerang ditambah harga pembasmi hama yang juga harganya mahal. Cape dan lelah terkadang sering dialami oleh para petani kita, belum lagi cuaca yang sekarang ini semakin tidak menentu, membuat para petani menjadi was-was takut terjadi gagal panen.

Namun semua lelah, letih dan keluh kesah seakan sirna, tergantikan oleh senyum ceria melihat hamparan tanaman padi yang menguning, biji merunduk dan berisi, daunnya melambai-lambai tertiup angin sepoi-sepoi, bagaikan melambaikan tangannya mengajak petani untuk segera menuainya. Senyum sumringah petani meluruhkan lelahnya penantian, kini tiba saatnya untuk memanen padi.

Proses panen padi
Gambar : Koleksi pribadi :)

Segala peralatan menuai padi disiapkan : Sabit sebagai alat untukmenyambit tangkai padi, Gebotan adalah alat untuk merontokan padi yang tebuat dari kayu dibuat seperti tong dan di pinggirnya diberi gerigi supaya bulir padi cepat lepas dari tangkainya, karung disiapkan untuk menampung padi, nyiru sebagai alat untuk pembersih padi setelah padi dikeringkan. Dan seabrek peralatan lain yang berguna untuk menunjang kegiatan panen padi.

makanan yang dihidangkan saat sarapan sebelum panen padi

Ritual yang juga tak kalah serunya pada masa panen padi adalah acara makan bersama. Para petani terutama ibu-ibu menyiapkan panganan yang tak biasa, makanan yang enak-enak yang jarang disantap sehati-harinya. Sebelum turun ke sawah sarapan pagi di saung pinggir sawah bersama sanak keluarga "ngariung botram balakecrakan". Sungguh suatu anugerah yang luar biasa diciptakan tuhan dengan anugerah padi, maka suka cita petani begitu kental terasa.

Minggu, 13 Maret 2016

BUNTU

07.26 0 Comments
Buntu !
Itulah penyakit bagi seorang penulis. 
Ide yang sudah membuncah, tiba-tiba terhenti ketika tangan sudah mulai menuliskan rangkaian kata demi kata. Menyebalkan memang ! Huhhh.....
                                                         Photo : kataubaid.com
Lalu kenapa semua ini bisa terjadi ? Banyak faktor yang bisa terjadi. Menurut pengalaman saya ada beberapa alasan kebuntuan ide itu terjadi :
1. Tidak fokus
Ide yang sudah membuncah akan hilang ketika ada suatu hal yang bisa meracaui pikiran. Salah satunya adalah ketika ada pekerjaan lain yang mesti juga diselesaikan. akibatnya pikiran jadi bercabang.
2. Noise atau kebisingan
Kebisingan menjadi faktor yang cukup dominan dalam mengacaukan ide yang mengakibatkan kebuntuan.
Saya memang paling tidak bisa tenang jika melakukan kegiatan dalam situasi yang bising. Buyar....
3. Gangguan
Saya paling sebal jika sedang nulis musti terhenti ketika harus menerima panggilan telpon. Sudah barang tentu ide yang mengalir deras bagaikan air terjun hilang lenyap seketika. Atau ibarat penerjun payung yang gagal mengembangkan parasutnya, brakk...jatuh seketika. Ampun dahhh.....
4. Lelah
Menulis dalam keadaan lelah sering saya alami. Saya selalu memaksakan untuk tetap nulis karena ide sudah melonjak-lonjak di pikiran. Namun, akibat dari kelelahan saya malah suka tiba-tiba tertidur ambruk ketika sedang asik nulis, aneh ya..hihihi
Namun amat disayangkan, ketika mulai terjaga kembali semua ide yang membuncah itu hilang tak berbekas. Dan ketika mencoba untuk merangkai kata-kata kembali, jadi gak nyambung dengan cerita awal.

Sudah barang tentu ada antisipasi yang saya lakukan supaya beberapa faktor kebuntuan seperti dituliskan diatas  tidak terjadi.
Antisipasinya diantaranya :
1. Fokus
Selesaikan dulu PR lain, baru nulis. atau mungkin juga buat pekerjaan itu dibuat sebagai ide untuk nulis.
2. Hindari kebisingan
Mesti nulis dikuburan gitu ?....hahahah. Gak juga kali, maksudnya, setidaknya cari tempat yang lebih sunyi supaya bisa konsentrasi.
3. Jauhkan Handphone dan barang-barang lain yang akan menggangu aktifitas nulis
Kalau saya sih handphone sering di matikan atau setidaknya di silent. Akibatnya begitu selesai nulis, Handphone di nyalakan kembali, beberapa panggilan, sms, WA, BBM merudul gak karuan..hihihi
4. Bugar
Ide memang bisa datang pada saat tak terduga, bahkan ketika badan tengah lelah. Namun usahakan pulihkan dulu badan sampai terasa bugar, lalu mulailah menulis.

So mengalami kebuntuan saat menulis memang hal yang sering dialami oleh banyak penulis. Oleh penulis profesional sekalipun. Jangan paksakan, jika pada akhirnya hasilnya takan memuaskan dan keluar konteks. 

Atau bisa jadi, buat kebuntuan itu jadi sumber inspirasi buat nulis. Seperti yang dikatakan oleh mas Fauzi seorang "guru" saya di FB. Teruslah menulis dan menulis, torehkan tintamu, jadikan dirimu seorang writer yang produktif. Salam buat Mas Fauzi :)
















Follow Us @soratemplates