Buntu !
Itulah penyakit bagi seorang penulis.
Ide yang sudah membuncah, tiba-tiba terhenti ketika tangan sudah mulai menuliskan rangkaian kata demi kata. Menyebalkan memang ! Huhhh.....
Photo : kataubaid.com
Lalu kenapa semua ini bisa terjadi ? Banyak faktor yang bisa terjadi. Menurut pengalaman saya ada beberapa alasan kebuntuan ide itu terjadi :
1. Tidak fokus
Ide yang sudah membuncah akan hilang ketika ada suatu hal yang bisa meracaui pikiran. Salah satunya adalah ketika ada pekerjaan lain yang mesti juga diselesaikan. akibatnya pikiran jadi bercabang.
2. Noise atau kebisingan
Kebisingan menjadi faktor yang cukup dominan dalam mengacaukan ide yang mengakibatkan kebuntuan.
Saya memang paling tidak bisa tenang jika melakukan kegiatan dalam situasi yang bising. Buyar....
3. Gangguan
Saya paling sebal jika sedang nulis musti terhenti ketika harus menerima panggilan telpon. Sudah barang tentu ide yang mengalir deras bagaikan air terjun hilang lenyap seketika. Atau ibarat penerjun payung yang gagal mengembangkan parasutnya, brakk...jatuh seketika. Ampun dahhh.....
4. Lelah
Menulis dalam keadaan lelah sering saya alami. Saya selalu memaksakan untuk tetap nulis karena ide sudah melonjak-lonjak di pikiran. Namun, akibat dari kelelahan saya malah suka tiba-tiba tertidur ambruk ketika sedang asik nulis, aneh ya..hihihi
Namun amat disayangkan, ketika mulai terjaga kembali semua ide yang membuncah itu hilang tak berbekas. Dan ketika mencoba untuk merangkai kata-kata kembali, jadi gak nyambung dengan cerita awal.
Sudah barang tentu ada antisipasi yang saya lakukan supaya beberapa faktor kebuntuan seperti dituliskan diatas tidak terjadi.
Antisipasinya diantaranya :
1. Fokus
Selesaikan dulu PR lain, baru nulis. atau mungkin juga buat pekerjaan itu dibuat sebagai ide untuk nulis.
2. Hindari kebisingan
Mesti nulis dikuburan gitu ?....hahahah. Gak juga kali, maksudnya, setidaknya cari tempat yang lebih sunyi supaya bisa konsentrasi.
3. Jauhkan Handphone dan barang-barang lain yang akan menggangu aktifitas nulis
Kalau saya sih handphone sering di matikan atau setidaknya di silent. Akibatnya begitu selesai nulis, Handphone di nyalakan kembali, beberapa panggilan, sms, WA, BBM merudul gak karuan..hihihi
4. Bugar
Ide memang bisa datang pada saat tak terduga, bahkan ketika badan tengah lelah. Namun usahakan pulihkan dulu badan sampai terasa bugar, lalu mulailah menulis.
So mengalami kebuntuan saat menulis memang hal yang sering dialami oleh banyak penulis. Oleh penulis profesional sekalipun. Jangan paksakan, jika pada akhirnya hasilnya takan memuaskan dan keluar konteks.
Atau bisa jadi, buat kebuntuan itu jadi sumber inspirasi buat nulis. Seperti yang dikatakan oleh mas Fauzi seorang "guru" saya di FB. Teruslah menulis dan menulis, torehkan tintamu, jadikan dirimu seorang writer yang produktif. Salam buat Mas Fauzi :)
Minggu, 13 Maret 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar